Rss

Senin, 08 Oktober 2012

Ayah, pemilik cinta yang terlupakan


Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya. Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari.

Tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk meneleponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang sering mengajakmu bercerita atau berdongeng.

Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil,  Papa biasanya mengajari putrid kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu.

Kemudian Mama bilang “Jangan dulu Pa, jangan dilepas dulu roda bantunya”

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tau putri kecilnya PASTI BISA!

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

TETAPI PAPA akan mengatakan dengan tegas “Boleh , kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukan kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata, “Sudah di bilang! Kamu jangan minum air dingin!”

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

“Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu”

Ketika kamu sudah beranjak remaja

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas lalu mengatakan, “Tidak boleh!”

Tahukan kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat berharga.

Setelah kamu marah pada Papa, dan masuk ke kemar sambil membanting pintu.

Dan yang datang mengetuk pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya.

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang kerumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua diruang tamu.

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa CEMBURU?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk diruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut.

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam, hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa?”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa.

Ketika kamu menjadi gadis dewasa, dan kamu harus pergi kuliah ke kota lain.

Papa harus melepasmu dibandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini-itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata disudut matanya, dan menepuk pundakmu sambil berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang yang pertama mengerutkan kening adalah Papa

Papa pasti berusah keras mencari jalan agar anaknya bisa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tau ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah “Tidak..tidak bisa!”

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saat kamu diwisuda sebagai seorang sarjana, Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat putri kecilnya yang tidak manja dan berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang

Sampai saat seseorang teman lelakimu datang kerumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin. Karena Papa tau, bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya…

Saat Papa melihatmu duduk di panggung pelaminan bersama seorang lelaki yang dianggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.

Apakah kamu tahu, dihari yang bahagia itu Papa pergi ke belakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena Papa sangat bahagia, kemudian Papa berdoa…

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata:

“Ya Allah, tugasku telah selesai dengan baik.. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.. Bahagiakanlah ia bersama suaminya..”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk

Rambutnya yang telah dan semakin memutih

Dan badan serta lengannya yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.

Papa telah menyelesaikan tugasnya..

“Kita sering melupakan perannya dibalik perhatian Ibu.
Ayah tetaplah pelindung utama untuk anak-anaknya”


Yang kalian baca barusan itu sebagian cerita dari novel, judulnya sama kayak judul post ini. Yang diatas itu baru cerita ke-1 dari novel ini. Novel ini bagus banget. Bikin gua sadar, kalau Papa itu penting banget buat gua

Aduh nangis kan gua :”””( intinya, kita gak boleh durhaka sama Papa kita. Gak boleh ngomong kasar sama beliau. Marah-marah sama beliau.  Ngebantah nasihat-nasihat beliau. Ngelanggar larangan-larangan beliau….

Guys, kalo kalian sayang sama Papa kalian, nanti malem sebelum tidur, kalian peluk Papa kalian, cium pipinya, bilang “Aku sayang banget sama Papa

Percaya sama gua, Papa kalian pasti seneng banget kalian ngomong begitu. Gausah malu! Gausah gengsi! Gausah takut dibilang anak mami! Kapan lagi bisa bikin Papa seneng? Selagi masih bisa, selagi belum terlambat :””)

          Nah, sebelum terlambat gua juga mau bilang

Hey Papa, Papaku yang ganteng, Papaku yang terhebat, Papaku yang lucu, Papaku yang s'lalu ada buat aku. Dari ber-milyar lelaki didunia ini, bagi aku, cuma Papa yang paling ganteng, cuma Papa yang paling baik, cuma Papa yang paling hebat, cuma Papa yang paling the best. Walaupun ada Superman, Batman, Pahlawan Bertopeng dan manusia-manusia hebat lainnya, tapi dihidup aku, cuma Papa superhero-nya! AKU SAYANG PAPA, AKU CINTA PAPA….:”) {}

1 komentar...:

rumah di jual di jakarta barat mengatakan...

terima kasih telah mengepost sebagian cerita dr novel ini

Poskan Komentar